best thing

“Filly itu the best thing i’ve ever had in my life. but sometimes, the best thing isn’t the right thing.”
Rio -katakatanya ga exact the same- di novel Dunia Mereka 2 by Monty Tiwa

*duh kak Monty, buku ketiganya kapan kluar???*

Best Thing. Hal Terbaik.

… one of my best thing. haha. best itu cuma satu ya? tapi gwe kok ga bisa bilang satu *dasar maruuuk!!* sampai akhirnya gwe sadar karena kalimat itu.

the best thing is not always the right thing
*digampar karena diulang trus kalimatnya*

bener ga?

Butterfly Boucher – Never Leave You Heart Alone

21 Responses

  1. pertamax…

    *mikirr*

    sepertinya saya agak beda pendapat..

    “yang terbaik tidak selalu benar??? ”

    *mikir neh…*

    mbuh ah…

  2. oh lupa mencantumkan satu kata…

    relatif…

    ‘best and right’ itu relatif…

    *ditimpuk soale marai bungung*

  3. nah itu Nduk. aku juga tadi mau kasih tambah tulisan ki malah bingung dhewe. well, smua hal itu relatip ‘pake p’

    *ditimpuk karena payah banget*

  4. ooh iya, aku juga lupa mencantumkan. karena maksud perkataan Rio itu, Filly itu best thing-nya Rio. but being with him won’t be the right thing for Filly.

  5. oooohhhhh….

    leratip tho…
    temennya selotip ya…
    ehehehehehe…

  6. Iih, kmu komennya ga penting bgt deh.
    *tampartampar*

    huehehe

    inget ga Pak komen waktu aku ngomongin best thing-ku jaman kapan tau itu? :D

  7. masak sich? ah yang bener, sumpe lo?

    siapa yang tau yang terbaik bagi kita? kita sendiri? atau Dia? atau kolaborasi antara keduanya?

    tak jarang apa yang menurut kita sebagai suatu yang terbaik ternyata tidak.

  8. Waduh, tampar-tamparan iki!!
    :lol:

    penulis tu.. Pintar ya memainkan kata, sehingga semua bisa dijadikan logis, maka kepedihan pun muncullah.

    Kalau saya, lebih senang berpikir apa yang diberikan itulah yang terbaik dan Dia-lah, bukan cinta, yang tak akan salah. Meski kadang sulit. Meski kadang orang lain lebih dapat membaca apa yang seakan tak tertuliskan.

    :P Just my humble opinion, Hun..

  9. tak jarang apa yang menurut kita sebagai suatu yang terbaik ternyata tidak

    heri… nahhh, itu salah satu maksudku pak. makasih. aduh emang ya kalo penulis itu beda pengungkapan, hehe

    chang’e… ini juga bisa. soale kalo udah ngomongin hal yang dikasih ma Tuhan, aku jadi ga bisa mendebat.

    emang ya kalo nulis itu harus beneran pake mikir *berlaku buatku ajah* soalnya kalo ga bentar-bentar… editing!!! hihihi

  10. relatif krn kt g selalu melihat sesuatu dari kacamata y sama,jika menyangkut kacmata Tuhan,no doubt,GOD gives us nothing but the best,tp jika menyangkut kacamata manusia”the meaning of best&rite”becomes blur..
    but i keep wondering bgmn jika menyangkut kacamata kuda..hehe

  11. best thing?

    uhmmm…


    ……
    ………
    loading
    ………
    ……

    begituh pokoknya jeng…

    *aduhh, komennya bikin gondok yah?*

    maap maap..
    *ga fokus*

  12. jangankan klo di refleksiin ke orang lain “best thing” nya itu..

    klo di refleksiin ke kita sendiri, tapi waktunya beda, juga bisa berarti lain..

    bisa jadi “very best thing”.. “not so best thing”.. even “bad thing”..

    yang pasti bukan D-Best Things, klo itu blanjaan.. :P *kriik*

  13. best thing… mending diganti best things
    jadi jamak. banyak.

    lha kan namanya orang hidup bisa aja sekarang ngerasain hal hal terbaiknya. tapi besok besok tiba tiba ngerasain lagi yang lebih baik lagi.

    the best thing is not always the right thing.

    mungkin maksutnya bisa berarti ‘the worst’ bisa jadi ‘the right thing’ yang kemudian jadi ‘the reason’ untuk mendapatkan ‘the next best thing’

    aku lagi denger ‘the brandals’
    -halah banyak the-nya-

  14. “”I’ve got the best thing in the world,
    couse I’ve got you in my heart….”"

    -mocca-

  15. *senyum-senyum*
    ehm, ehm! ;)

    *ditimpuks*

    ach, senangnya bisa komen dari dalam gerbong entah-di-mana-ini :D Jadi ingat Totto chan.

    Maap maap OT :P

  16. wew, jadi yang bener yang mana neh bu!!!!

    **lirik² bu dyra,sambil lari takut di timpuk…..

    minal aidzin wal faidzin bu, maaph lahir batin….

  17. holydee… setujuh!!! aku wes bingung komen opo :D

    jeng eva… tenang jeng, terkadang emang sulit untuk diungkapkan kok, hihihi

    kingkong… nah, ini juga bisa. persepsi uwong mah bedo-bedo.

    flowflow… semakin tak bisa berkata-kata, hakhakhak

    udin:oops:

    chang’e… another :oops:
    aaah, lagi pulang ya? aku udah pengen pulang ke rumah. lagi merasa merana. huhuhu

    mierz… berbeda ternyata pendapat setiap orang, hahaha. kalau dirimu? :)
    ah iya, maaf lahir batin juga yaaa… aku lagi ke tempatmu kok dirimu juga mampir. tlisipan ikih!!

  18. cuit cuiiiiiiiiit prikitiuw!!
    :-)

  19. hmmm….
    *mikir*

    eehh…
    *msh mikir*

    mmmm…
    *blm mudeng*

    hihihi..

  20. flowflow… apa sih???!!! :oops:

    raka… pletakkk *kabur :lol:

  21. wakakakak..digaplok2 mulu..

Leave a Reply